Trip

Backpacker ke Pulau Padar, Surga Tersembunyi di NTT

Kita patut berbangga hati bahwa Indonesia dianugerahi bentang alam yang sangat indah oleh Sang Pencipta. Kali ini, kita akan membahas pesona surga tersembunyi yang banyak berada di kawasan timur Indonesia. Dan topik terkait backpacker Pulau Padar di Nusa Tenggara Timur adalah apa yang akan kita ulas.

Sebelum membahas banyak hal, mungkin kamu pernah bertanya, sebenarnya pulau padar dimana sih?

Secara administratif, Pulau Padar berada di wilayah pemerintahan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Letaknya berada dalam teritori Taman Nasional Komodo. Di Taman tersebut, terdapat tiga pulau selain Pulau Padar, yaitu Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Di kawasan taman tersebut, berdiam begitu banyak spesies hewan, termasuk binatang melata komodo, yang memang hanya ada di sana saja. Untuk kawasan air, taman ini menjadi rumah bagi lebih dari 250 spesies terumbu karang dengan ribuan spesies ikan.

Baca Juga: Air Terjun Umbul Songo di Salatiga

Saking indahnya kawasan ini, UNESCO bahkan menobatkannya sebagai salah satu situs warisan dunia sejak tahun 1991.

Perjalanan Panjang Menuju Pulau Padar

Dari mana pun Anda berada, checkpoint pertama adalah Lombok. Di sanalah gerbang serangkaian etape menuju surga tersembunyi, Pulau Padar. Tapi untuk sampai di sana, terlebih dahulu Anda harus mencari jalan menuju Labuan Bajo, dengan alternatif mahal dan murah sesuai kesanggupan Anda.

Dari Labuan Bajo, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk sampai di Pulau Padar. Bisa menggunakan perahu, speed boat, yacht, bahkan kapal phinisi yang legendaris. Dari Pelabuhan Labuan Bajo, perjalanan melintasi lautan pun dimulai.

Anda akan berlayar sekitar 3 jam menuju pulau yang berada di gugus sentral dari kawasan TN Komodo ini. Terlalu lama?

Jangan salah, malah terasa kurang lama. Sebab sepanjang jalur pelayaran, tersuguh keindahan alam khas teritori Flores. Gugusan kepulauan dan dataran tinggi di ujung pandangan dijamin membuat kita takkan henti mendecakkan lidah karena kekaguman.

Kapal yang membawa kita dari Labuan Bajo tak bisa merapat hingga ke bibir pantai Pulau Padar. Sebab, sandaran perahu dengan jangkarnya dikuatirkan dapat merusak terumbu karang di bawah lautnya – tentu saja. Jadi, kita harus pindah menggunakan perahu yang lebih kecil.

Tiba di tepi pantai, akan ada beberapa orang yang menawarkan air kelapa untuk melepas dahaga seusai berlayar selama beberapa jam. Saran saya, abaikan tawaran itu. Kenapa? Nanti saya jelaskan mengapa.

Oke. Tibalah kita di Pulau Padar, di mana kita harus membayar tiket masuk TN Komodo seharga Rp 5000 saja. Cukup murah untuk kawasan wisata bertaraf internasional bukan? Harga tersebut tentu belum termasuk tarif untuk wisata tambahan seperti diving, snorkeling, dan aktivitas adrenalin khas pantai lainnya – tetapi, memang bukan untuk itu kita ke Pulau Padar.

Sebuah tantangan harus ditaklukkan ketika kita mengunjungi Pulau Padar. Yakni mendaki hingga ke puncak Padar. Punya fisik lemah? Paru-paru terkontaminasi asap rokok? Bukan alasan. Sebab untuk mencapai puncak Padar, perjalannya tidak begitu jauh, dan tak butuh keahlian pendakian profesional. Sebab, sudah disediakan ribuan anak tangga untuk memudahkan pendakian. Yap, mendaki dengan flat shoes adalah hal yang sangat bisa dilakukan di sana, meski tidak disarankan.

Baca Juga: Curug Maung Pagar Alam

Sepanjang jalur menanjak, kembali mata kita akan dimanjakan oleh cantiknya pemandangan alam, hasil perpaduan dataran tinggi dan hamparan lautan biru nan asri. Cantik visual, cantik pula secara audio. Sebab sepanjang pendakian, suara debur ombak dan suara hembusan angin seolah menjadi soundtrack yang tepat untuk petualangan ini.

Tunggu dulu, itu bukan hadiah utamanya. Siapkan sedikit napas dan tekad yang bulat untuk sampai di puncaknya.

pict by superadventure

Tiba di puncak, view ciamik sudah menanti. Di sanalah titik perburuan foto yang sebenarnya. Namun, sediakan sedikit waktu terlebih dahulu untuk mengambil napas dan menormalkan kembali degup jantung pasca mendaki. Salah-salah, tekanan darah malah membuat kepala berputar dan berbahaya jika Anda langsung berdiri di puncak Padar.

Di puncak padar, sebetulnya ada hal lain yang lebih mengasyikkan daripada berfoto ria – setidaknya untuk saya. Duduklah sejenak, pandangi seluruh hamparan alam sejauh mata memandang, resapi segala kebesaran Tuhan. Bagi saya, itu adalah sebuah momen spiritual tertinggi yang pernah saya capai. Dan tak terasa, setitik air mata jatuh mewakili jeritan kagum saya yang tak mampu terucap.

Oke… Cukup curhatnya.

Silakan Anda mengambil berapapun waktu yang ada untuk menikmati keindahan di sana. Spot untuk mengambil foto di puncak Padar sangat banyak. Semua angle menawarkan pesona yang sangat indah. Apalagi ketika matahari mulai kembali ke peraduannya. Sepertinya tak berlebihan jika saya katakan satu memory card saja tak akan cukup untuk menangkap semua momen dan keindahan di sana.

Puas berada di puncak, waktu juga yang harus membawa kita kembali turun gunung. Saat turun inilah, cobaan besar biasanya datang. Yaitu, kaki yang mulai terasa sakit dan pegal. Apa pasal? Mungkin ketika mendaki, semangat kita mensugesti pikiran sehingga melupakan rasa sakit. Ketika sudah menikmati keindahan, barulah lelah terasa.

Nah, di sinilah saya akan menepati janji hutang penjelasan soal air kelapa.

Baca Juga: Air Terjun Terbaik di Semarang

Tegukan air kelapa yang memiliki khasiat alami untuk mengembalikan ion tubuh serta menguatkan kembali tubuh kita, akan jauh lebih terasa usai pendakian dan turun gunung. Bagi saya, hal itu seperti hadiah tambahan. Bayangkan, jika air kelapa sudah diteguk sejak awal, maka ibarat tak ada hadiah lain yang akan mengantar kita pulang.

Tips Hemat Backpacker Ke Pulau Padar

backpacker ke pulau padar komodo
pict by egrafis

Banyak yang bilang, perjalanan wisata ke kawasan Indonesia Timur, khususnya Pulau Padar sangat mahal. Memang, hal itu ada benarnya. Selain penerbangan yang sedikit, fasilitas standar perkotaan di sana pun tergolong eksklusif – bahkan sepotong roti saja bisa mencapai RP. 20 ribu.

Tetapi, bukan berarti Anda tak bisa menikmati semuanya dengan lebih hemat. Ikuti saja beberapa tips hemat backpacker ke Pulau Padar berikut ini:

1. Sharing Cost

Patungan. Cara tradisional ini sangat berlaku untuk perjalanan wisata yang jauh lebih hemat. Rencanakan perjalanan menuju Pulau Padar, setidaknya dengan 2 orang lainnya. Kamar hotel di kawasan Lombok dan Labuan Bajo bisa disinggahi oleh 3 orang, kok. Satu kamar dibagi tiga, tentu tak akan memberatkan.

Selain itu, segala hal di Pulau Padar harus sewa, terutama kapal untuk menyeberang ke Pulau Padar. Dengan pergi bertiga atau lebih, maka ongkos sewa kapal bisa dibagi dan tak akan memberatkan. Pun halnya dengan biaya makan, akan lebih terasa kebersamaan dan hematnya jika dibagi rata.

2. Pemilihan Waktu

Rencanakan perjalanan Anda ke Pulau Padar pada saat aktivitas liburan sedang turun. Biasanya seminggu setelah liburan Natal dan tahun baru telah usai. Ketika orang-orang mulai kembali ke rutinitasnya, saat itulah sebaiknya kita pergi ke Pulau Padar.

Saat masa low season itu, harga tiket perjalanan juga relatif murah. Sebagai contoh, flight Jakarta – Lombok pada periode tersebut masih berkisar di harga Rp 500 ribuan.

3. Jalan Darat

Dari Lombok, memang ada alternatif transportasi yang lebih cepat menuju Labuan Bajo. Tetapi, harganya tentu jauh lebih mahal. Perjalanan darat dari Lombok ke Labuan Bajo pun tak begitu parah – kurang lebih sehari semalam.

Sepanjang jalan, Anda akan melihat bagaimana penduduk setempat bertahan hidup dengan kondisi yang jauh dari modernisasi.

Transportasi darat yang bisa dipilih adalah bis Damri dari Bandara Internasional Lombok ke arah daerah Selong untuk bisa mencapai Pelabuhan Kayangan. Durasi perjalanan etape pertama itu sekitar 3 jam, dengan total ongkos Rp. 60 ribu per orang (Damri dan angkutan kota menuju pelabuhan).

Dari Pelabuhan Kayangan, kita akan menyeberang menggunakan kapal penyeberangan ASDP bertarif RP 17 ribuan saja. Butuh waktu sekitar 3 jam, tergantung situasi gelombang laut, hingga tiba di gerbang etape kedua, Pelabuhan Poto Tano di Nusa Tenggara Barat.

Perjalanan di tahap kedua ini sangat disarankan untuk dilakukan pada malam hari. Karena, menghemat biaya sewa kamar hotel. Anda bisa tidur di dalam perjalanan Poto Tano – Bima, dengan lama perjalanan sekitar 8 jam menggunakan bis. Ada beberapa pilihan bis dengan kelas-kelas yang berbeda. Harga tiketnya berkisar antara Rp 80 – 120 ribuan saja.

Etape ketiga dimulai setelah kita tiba di Bima, dan melanjutkan perjalanan menuju Labuan Bajo menggunakan feri. Perlu dicatat besar-besar, kapal feri dari Bima (Pelabuhan Sape) ke Labuan Bajo hanya ada sekali sehari, pada jam 10 pagi. Perjalanan menuju Labuan Bajo ditempuh dalam waktu 8 jam dalam keadaan ombak yang normal.

4. Penginapan Pilihan

Di kawasan Labuan Bajo, terdapat cukup banyak penginapan. Mengingat kawasan ini sudah menjadi lokasi wisata kelas dunia. Tetapi, pilihan penginapan yang hemat bisa Anda temukan di daerah tepi Kampung Ujung. Di sana, ada cukup banyak losmen kelas low budget, dengan kisaran harga per malam mulai dari Rp. 150 ribu. Kembali ke poin pertama, harga penginapan dibagi tiga orang, hanya Rp 50.000, murah ‘kan?

5. Jangan Malu

Bagaimanapun, kita harus memutuskan urat malu untuk mendapatkan segala hal yang murah. Terutama ketika kita berurusan dengan suvenir dan oleh-oleh. Jangan malu menawar, karena para penjaja pernak-pernik lokal di sana sangat menghargai wisatawan domestik dengan kantong tipis.

Satu hal yang saya sukai ketika travelling di kawasan NTT adalah masyarakat lokal tidak ada yang sok jual mahal, atau bertingkah yang menyebalkan. Berbeda dengan kebanyakan daerah wisata, masyarakat di NTT (baik penjaja dagangan maupun local guide) sangat ramah dan menjunjung kesopanan. Sehingga, kita akan merasa sedang berwisata di rumah sendiri.

Jadi, jangan malu – dan jangan bertingkah memalukan.

Baca Juga: Mitos Air Terjun Semirang

Demikianlah beberapa catatan menarik yang disarikan dari sebuah perjalanan panjang menembus tantangan menuju surga tersembunyi, Pulau Padar. Apa pun pilihan Anda terkait cara mencapai Pulau Padar, baik koper maupun ransel, yang pasti Pulau Padar adalah sebuah tempat yang harus ada di wish list Anda, pecinta travelling.

Ah, jadi ingin kembali backpacker ke Pulau Padar lagi…..

**Kamu juga bisa membagikan ceritamu di Qencan, silahkan mendaftar dan tulis ceritamu :)

Tags

Admin Qencan

Setiap orang memiliki cerita sendiri dan qencan.com adalah wadah bagi anak muda untuk saling berbagi dan terhubung kepada pemuda lain di Indonesia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close